Rabu, 17 November 2010

OFFERING

Perilaku Harga Pasar dan Konsumen - Bab IV Penawaran

4.1. KURVA PENAWARAN INDIVIDUAL

Yang dimaksud dengan kurva penawaran produsen individual, yang dapat pula kita sebut secara lebih singkat kurva penawaran individual akan sesuatu barang adalah kurva yang menunjukkan jumlah-jumlah barang tersebut untuk setiap satuan waktu yang sebuah rumah tangga perusahaan ingin dan sanggup untuk menghasilkan dan menjualnya pada berbagai kemungkinan harga barang bersangkutan.

Seperti halnya dengan kurva permintaan, kurva penawaran dapat pula diperoleh dengan cara menyodorkan tabel seperti terlihat pada Tabel 4.1.1 yang kolom (2)nya diisi oleh pihak perusahaan bersangkutan. Kalau hasil pengisian terlihat seperti Tabel 4.1.1 tersebut, maka ini berarti bawah kita telah menemukan kurva atau skedul penawaran individual barang Z perusahaan Firma Anda.

Tidak berbeda dengan kurva permintaan, kurva penawaran juga dapat diungkapkan dalam bentuk tabel, dalam bentuk graft atau dalam bentuk persamaan matematik. Kurva penawaran akan barang Z Firma Anda, kalau dinyatakan dalam bentuk grafik terlihat dalam Gambar 4.1.1 sebagai kurva SSZ.

4.2. PENAWARAN LAWAN JUMLAH YANG DITAWARKAN

Pada waktu kita menerangkan permintaan, kita membedakan antara berubahnya permintaan dengan berubahnya jumlah yang diminta. Untuk penawaran juga demikian, kita perlu membedakan antara penawaran dengan kuantitas yang ditawarkan. Kalau penawaran yang dimaksud adalah seluruh kurva penawaran, sebaliknya kuantitas yang ditawarkan yang dimaksud ialah titik tertentu pada sebuah kurva penawaran. Ini berarti juga bahwa kita perlu membedakan antara perubahan penawaran dengan perubahan jumlah yang ditawarkan.

Kita perhatikan Gambar 4.2.1. Dengan kurva penawaran akan barang ZSoSo, sebagai akibat meningkatkan harga barang Z dari semula setinggi OHo menjadi OH,, jumlah barang Z yang ditawarkan bertambah dari semula sejumlah OZo sekarang menjadi sejumlah OZ,. Perubahan ini tidak dapat disebut sebagai bertambahnya penawaran, oleh karena kurva penawaran tidak bergeser ke kanan. Tetapi kita sebut sebagai bertambahnya jumlah barang Z yang ditawarkan, oleh karena perubahan tersebut hanya merupakan perpindahan dari satu titik ke titik lain, dengan nilai yang lebih besar pada kurva penawaran yang sama.






Apabila kurva penawaran bergeser, barulah dikatakan terjadi perubahan penawaran. Bergesernya kurva penawaran ke kanan atau ke bawah, misalnya dari SoSo ke SIS1 dikatakan penawaran akan barang Z meningkat atau bertambah. Bertambahnya penawaran suatu barang dapat kita tandai: dengan harga barang yang tidak berubah, yang dalam contoh tetap setinggi OH., jumlah barang Z yang ditawarkan bertambah menjadi OZ 2' atau dengan kuantitas barang Z yang ditawarkan yang jumlahnya tetap sama, yaitu dalam contoh tetap sebanyak OZO, produsen mau menerima harga penjualan barang Z yang lebih rendah daripada sebelumnya. Dalam contoh kita, dengan kuantitas yang sama sebesar OZa produsen yang semula baru bersedia menjual jumlah tersebut dengan harga paling tidak setinggi OHo per unit, sekarang mau dibayar dengan harga OHZ per unit.

Sebaliknya gejala ekonomi berupa bergesernya kurva penawaran ke kiri atau ke atas, misalnya dari semula SoSo atau dari semula SS, ke SzS2 dikatakan adanya gejala menurunnya penawaran barang Z. Sebagai akibat menurunnya penawaran, maka dengan harga-harga yang sama, kuantitas barang Z yang ditawarkan berkurang. Misalnya kalau penawaran berkurang dari SoSo ke S,SZ, maka dengan harga barang Z setiap setinggi OHo, jumlah barang Z yang ditawarkan berkurang dari semula sebanyak OZo menjadi sebanyak OZ 3.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa kuantitas yang ditawarkan dapat berubah sebagai akibat berubahnya harga barang tersebut, berubahnya penawaran akan barang tersebut atau kombinasi kedua perubahan tersebut. Tetapi hendaknya diingat bahwa perubahan harga yang dibarengi oleh perubahan penawaran, meskipun kemungkinannya sangat kecil, bisa tidak mengakibatkan berubahnya jumlah yang ditawarkan.

Mengenai perubahan penawaran, faktor-fakior penyebabnya bermacam-macam, antara lain ialah:

1. Berubahnya harga input variabel. Apabila harga faktor produksi variabel yang dipakai dalam menghasilkan suatu barang meningkat, maka tendensinya kurva penawaran akan barang yang dihasilkan tersebut bergeser ke atas atau ke kiri. Ini kita katakan bahwa penawaran akan barang tersebut berkurang atau menurun.

2. Perubahan teknologi. Misalnya dulu orang menanam padi tidak mempergunakan pupuk buatan. Sebagai akibat diketemukannya pupuk buatan, meskipun ongkos total per hektar naik, ongkos produksi pada per kuintalnya menurun. Ini mengakibatkan dengan harga jual padi yang tingginya sama petani bersedia menjual padi dengan jumlah yang lebih banyak. Gejala ini disebut bertambahnya penawaran padi.

3. Perubahan produktivitas sumberdaya yang dipergunakan. Iklim, misalnya, merupakan salah satu sumberdaya; yaitu tergolong sebagai sumberdaya alam. Dengan berubahnya sifat iklim, misalnya saja dinyatakan dalam curah hujan, kecepatan angin, temperatur dan sebagainya, dapat menyebabkan musim panen kadang-kadang sangat baik dan kadang-kadang mengalami kegagalan. Ini membawa akibat berupa bergesernya kurva penawaran ke kanan pada tahun-tahun panenan berhasil baik dan ke kiri pada tahuntahun panenan mengalami kegagalan.

4.3. BENTUK KURVA PENAWARAN

Kalau kurva permintaan pada umumnya mempunyai bentuk ke kanan menurun, kurva penawaran akan suatu barang atau jasa pada umumnya mempunyai bentuk ke kanan naik. Sementara penulis menyebut kurva penawaran yang berbentuk ke kanan naik, dalam artian semakin tinggi harga jual suatu barang semakin banyak jumlah yang ditawarkan, sebagai kurva penawaran yang tunduk kepada hukum penawaran. Pada Gambar 4.3.1 kurva-kurva penawaran AA, BB, CC dan DD tunduk kepada hukum penawaran tersebut.
Di samping dengan bentuk yang dikatakan tunduk kepada hukum penawaran, sebetulnya
masih ada bentuk-bentuk lainnya yang dalam praktek juga banyak kita jumpai. Gambar 4.3.2 memuat kurva-kurva penawaran yang tidak tunduk kepada hukum penawaran. Kurva EE dapat merupakan kurva penawaran untuk jangka waktu yang sangat pendek, yang karenanya dapat kita sebut sebagai kurva penawaran seketika atau market period supply curve, yaitu kurva penawaran untuk jangka waktu yang demikian pendeknya sehingga produsen sama sekali belum mampu untuk menambah atau mengurangi jumlah pemakaian faktor produksi. Kurva FF dan kurva GG kedua-duanya dapat me rupakan kurva penawaran jangka panjang. Jangka panjangnya di sini dalam artian bahwa jangka waktu tersebut cukup panjang untuk memungkinkan produsen menyesuaikan pemakaian semua faktor





produksi terhadap perubahan permintaan. Kurva FF merupakan kurva penawaran jangka panjang dengan ongkos konstan atau constant cost long-run supply curve, sedangkan kurva GG disebut sebagai kurva penawaran jangka panjang dengan ongkos menurun atau decreasing cost long-run supply curve.

4.4. CATATAN MATEMATIKA
Menurunkanpersamaangariskurvapenawarancaranyatidakberbedadenganmenurunkan persamaan garis kurva permintaan. Untuk kurva penawaran yang berbentuk garis lurus kita dapat menggunakan formula (3.5.2), yaitu:

Gambar(3.5.2)

Zi = Zo aHl

ZZ = Zo aH

Berbeda dengan kurva permintaan yang pada umumnya memiliki angka koefisien arah yang bertanda minus, kurva penawaran pada umumnya memiliki angka koefesien arah yang bernilai positif.

Kalau kita misalnya ingin mengetahui persamaan garis kurva penawaran SS, seperti terlihat pada Gambar 4.1.1 yang dinyatakan dalam bentuk tabel terlihat seperti pada Tabel 4.1.1, kita cukup mengambil dua buah titik kedudukan, yang nilai Z dan nilai H-nya kita masukkan ke dalam pasangan persamaan ganda (3.5.2). Misalnya saja kita ambil titik c dan titik g, maka kita menemukan:

200 = Z0 + 300a

600 = Z0+ 3OOa

Kalau persamaan ganda tersebut di atas kita selesaikan, kita menemukan:

Zo = -100
a=1

yang berarti bahwa kurva penawaran SSZ tersebut mempunyai persamaan garis:

Z = -100 + H