Senin, 10 Januari 2011

KARYAWAN PERGI...SIAPA YANG BERTANGGUNGJAWAB ??


Manajemen Buruk, Karyawan Cabut


Anda pasti pernah pindah-pindah tempat kerja. Apa alasan Anda? Gaji rendah? tak ada jenjang peningkatan karier? pindah tempat tinggal? Lingkungan kerja yang kurang bagus?Ada banyak alasan seseorang untuk berhenti kerja. Salah satunya yang cukup besar dalam membuat seorang pegawai memutuskan berhenti kerja adalah atasannya.
Sebuah survei yang diterbitkan dalam Colourful Lives Report olehFuture Foundation mengatakan, 28 karyawan memutuskan berhenti bekerja karena atasan yang tidak bias memotivasi mereka dengan cara yang baik, 20 persen karena ingin membuka usaha sendiri dan menjadi wirausaha, 15 persen karyawan pindah karena gaji yang rendah, 10 persen karena lingkungan yang tidak cocok, 10 persen karena tidak ada jenjang karier, 5 persen karena pindah tempat tinggal, 22 persen karena alasan yang lain-lain.
Angka terbanyak pekerja yang pindah kerja karena atasan yang tidak memberikan motivasi yang baik terhadap karyawannya. Menurut hasil survey Future Foundationlebih dari 1 banding 10 orang yang berhenti bekerja karena atasan yang buruk, bahkan mencari karier yang sangat berbeda dari sebelumnya. Mereka yang mencari karier yang berbeda tentunya selain karena ingin mencari pengalaman, mencoba hal yang baru, juga karena tidak ingin terperangkap pada situasi yang sama dengan atasan seperti sebelumnya. Sementara satu dari 20 orang memutuskan untuk memulai bisnis sendiri untuk menghindari manajemen yang buruk dari atasan.
Mereka yang memutuskan membuka bisnis sendiri, ingin membangun manajemen yang lebih baik dari saat mereka bekerja dulu. Kebanyakan dari mereka ingin mengubah sistem manajeman yang tidak sesuai dengan diri mereka, jika mereka berwirausaha otomatis control manajemen ada pada diri mereka dan mereka akan memperbaiki manajemen yang kurang bagus seperti mereka rasakan saat masih bekerja.
Seperti apa sosok atasan atau pemimpin yang baik dan ideal menurut para karyawan? Dari hasil survei yang didapatFuture Foundation, 50 persen mengatakan harus memiliki keterbukaan, 20 persen seorang komunikator yang handal, 15 persen seorang yang suportif, 10 persen pemimpin yang menghormati staff atau anak buahnya sebagai individu yang berbeda, dan 5 persen pemimpin yang bagus dan cakap dalam berbicara dan berperilaku.
Manajemen atau atasan yang buruk juga berdampak buruk terhadap bisnis perusahaan tersebut. Dampaknya dapat dilihat dari para karyawannya. Ketika bekerja di bawah bos yang payah, 50 persen karyawan mengatakan kehilangan motivasi, 25 persen mengatakan menurunnya produktivitas, dan 25 persen mengatakan sering mengajukan izin sakit untuk menghindari kerja.
Lebih dari tiga perempat pekerja berpikir bahwa bos mereka tidak membuat mereka merasa tertarik untuk mengeluarkan ide-ide baru, tidak memberikan rasa nyaman kepada  mereka atau memberikan mereka kesempatan untuk mengekspresikan diri seolah-olah membatasi kreatifitas bahkan membunuh kreatifitas kerja mereka. Sikap menghargai kemampuan karyawan sebagai individu dan memeluk kreativitas mereka dapat membuat perbedaan yang amat baik dan berbuah pada hasil kerja yang baik sehingga karyawan menjadi betah dan semangat untuk bekerja, bahkan dapat membuat karyawan awet bekerja pada perusahaan tersebut.
Sumber artikel: femalekompas.com dan redaksi
Sumber gambar: internetmarketing. com