Sabtu, 29 Januari 2011

Management Career 2

RUANG LINGKUP MANAJEMEN KARIR
 
Secara luas, manajemen karir meliputi seluruh kegiatan yang berkenaan dengan pekerjaan pegawai. Kegiatan ini di mulai dari proses penarikan (rekrutmen) pegawai, penempatan pegawai, pengembangan pegawai, dan berakhir pada pemberhentian pegawai. Walker (1980) misalnya, membuat sederetan issue dalam manajemen karir. Ia mengkaitkannya dengan berbagai kegiatan perencanaan ketenagakerjaan. Berikut adalah tabel Walker (sesuai penyesuaian seperlunya oleh penulis).

Tabel 1. Ruang Lingkup Manajemen Karir

Aspek Manajemen
Karir Tenaga Terja
Kegiatan Perencanaan
Rekrutmen
  • Menarik pelamar kerja
  • Menentukan persyaratan penerimaan pegawai
  • Seleksi calon pegawai
  • Orientasi dan latihan pra jabata
  • Mengetahui jml calon pegawai yg tersedia
  • Memanfaatkan biro iklan Depnaker – Menentukan kebutuhan staf
  • Menentukan persyaratan kepegawaian
  • Membuat pengumuman perekrutan
  • Menentukan proses seleksi
  • Menentukan strategi orientasi
  • Mencari cara meminimalkan biaya perekrutan
Penempatan
  • Menentukan persyaratan kerja dan jalur karir
  • Menetukan sistem penempatan
  • Menentukan pekerjaan yang membutuhkan pegawai baru
  • Menentukan prosedur seleksi
  • Mendesain manajemen/program seleksi
  • Menentukan seleksi relokasi
  • Menentukan persyaratan kerja jalur kerja rumpun pekerjaan
  • Menentukan cara pembuatan sistem penempatan pegawai
  • Menentukan derajat keterlibatan pegawai dalam proses penempatan
  • Memvalidasi prosedur selesksi pegawai
  • Mengelola pegawai yang berpotensi tinggi untuk meniti karir secara tepat
  • Mencari cara meminimalkan akibat buruk dari relokasi pegawai
Pelatihan dan Pengembangan
  • Menentukan mekanisme
  • Perencanaan karir individual
  • Merancang dan mengembangkan program
  • Riset dan evaluasi
  • Menyediakan sarana dan prasarana bagi pegawai untuk melakukan perencanaan karir mereka sendiri
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan
  • Mencari strategi pengembangan yang paling efektif-efisien
  • Mengevaluasi prog pengembangan
Dekrutmen
  • Pemberhentian
  • Pensiun
  • Demosi dan transfe
  • Menentukan kebijakan dan filosofi tentang perjenjangan karir
  • Menentukan kebiajakn tentang pemberhentian pegawai
  • Menentukan kebijakan tentang pensiun pegawai
Kita lihat dari tabel tersebut bahwa manajemen karir dapat meliputi segala urusan yang bersangkutan dengan pegawai dan tugas yang diberikan kepadanya. Lebih jauh lagi, manajemen karir sesungguhnya juga menjangkau hal-hal yang bersifat kualitatif dan sukar diukur seperti keinginan dan harapan pegawai dalam hidup dan pekerjaannya.
Sehubungan dengan keinginan, harapan, atau kebutuhan pegawai ini, Walker (ibid) menggambarkan manajemen karir sebagai muara yang menyatukan kebutuhan organisasi (manajemen) dan kebutuhan pegawai. Jika digambarkan adalah seperti berikut :

Tabel 2. Manajemen Karir sebagai Muara

Kebutuhan Organisasi
(manajemen)
Aktivitas MSDM
Kebutuhan Individual Pegawai
Rencana dan tujuan
organisasiRencana dan tujuan
pengembangan pegawai
Peramalan
Rekrutmen
Seleksi
Penempatan
Kompensasi
Diklat
Pensiun
(dsb)
Rencana dan tujuan
karir pegawai
Pengembangan
karir

Kebutuhan Organisasi (manajemen)
Dari diagram di atas mengetahui bahwa organisasi mempunyai rencana dan tujuan yang harus dicapai. Untuk mecapai tujuan ini diperlukan sumber daya manusia (disamping sumber daya lain). Di pihak lain, pegawai juga mempunyai rencana dan tujuan (karir) yang ingin dicapainya. Untuk itu diperlukan suatu sistem pengembangan karir pegawai.
Untuk menyatukan kebutuhan organisasi dam kebutuhan pegawai ini, diperlukan suatu manajemen yang menguntungkan kedua belah pihak. Manajemen yang baik dan saling mengungtungkan ini terangkum dalam suatu sistem SDM yang terdiri dari banyak komponen (subsistem).

Kesimpulan
Manajemen karir adalah proses pengelolaan karir pegawai yang meliputi tahapan kegiatan perencanaan karir, pengembangan dan konseling karir, serta pengambilan keputusan karir. Manajemen karir melibatkan semua pihak termasuk pegawai yang bersangkutan dengan unit tempat si pegawai bekerja, dan organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu manajemen karir mencakup area kegiatan yang sangat luas.
Beberapa konsep yang dibicarakan dalam konsep manajemen kariri ini berhubungan dengan; Karir, Jalur karir, Tujuan / sasaran karir, Perencanaan karir, Pengembangan karir, Manajemen karir , Konseling karir.
Secara luas, manajemen karir meliputi seluruh kegiatan yang berkenaan dengan pekerjaan pegawai. Kegiatan ini di mulai dari proses penarikan (rekrutmen) pegawai, penempatan pegawai, pengembangan pegawai, dan berakhir pada pemberhentian pegawai.
Untuk menyatukan kebutuhan organisasi dan kebutuhan pegawai, diperlukan suatu manajemen yang menguntungkan kedua belah pihak. Dan untuk mecapainya diperlukan sumber daya manusia (disamping sumber daya lain). Di sisi lain, pegawai juga mempunyai rencana dan tujuan (karir) yang ingin dicapainya. Untuk itu diperlukan suatu sistem pengembangan karir pegawai. Upaya untuk mengsingkronkan kedua tujuan organisasi dan pegawai tersebut diperlukan suatu manajemen yang menguntungkan kedua belah pihak, dimana manajemen yang baik dan saling mengungtungkan ini terangkum dalam suatu sistem SDM yang terdiri dari banyak komponen.

Referensi
  • Mathis, R.L., and Jackson, J.H. 2001,Human Resource Management, South-Western College Publishing, Cincinnati, Ohio, USA.
  • Mondy, R.W., and Noe, R.M. 1996, Human Resource Management, Prentice-Hall,USA.
  • Jackson, S.E., and Schuler, R.S. 2000, Managing Human Resource, A Partneship Perspective, South Western College Publishing, London.
  • Werther,W.B., and Davis, K. 1996, Human Resources and Personnel Management, McGraw-Hill, USA.