Tampilkan postingan dengan label SALESMANSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SALESMANSHIP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 November 2010

Sales Promotion Girl

Jadi SPG, siapa takut?


Sales Promotion Girl atau lebih populer dengan SPG merupakan ujung tombak perusahaan untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat atau pelanggan potensial. SPG diibaratkan sebagai ujung tombak karena memang merekalah yang akan pertama kali melakukan kontak langsung dengan calon pelanggan. Apa yang diucapkan dan dilakukan SPG sebagai frontliner saat menjelaskan manfaat produk sangat menentukan penilaian calon pelanggan terhadap produk atau jasa dan citra perusahaan. Jadi secara praktis citra perusahaan di mata masyarakat awam akan banyak ditentukan oleh SPG dibandingkan oleh Supervisor, Manager bahkan Direktur sekalipun.





Apakah SPG mendapatkan gaji yang layak?
Definisi layak mungkin merupakan suatu hal yang relatif, namun umumnya menggunakan rumus Standar Gaji UMK + Tunjangan + Insentif Penjualan. Perlu dicatat bahwa rumus ini bisa mempunyai variasi tergantung project, agency, lokasi, dll. Yang pasti kebutuhan terhadap SPG bisa dikatakan selalu meningkat mengingat iklim persaingan antar produk dan jasa yang semakin seru dan memerlukan pasukan garis depan yang kuat dengan jumlah memadai.

Apa syarat menjadi SPG?
Syarat umum menjadi SPG adalah Attitude (sikap/kelakuan) yang baik, mau selalu belajar untuk meningkatkan Knowledge (pengetahuan), dan mau selalu berlatih untuk meningkatkan Skill (keahlian). Mungkin ada yang langsung menanggapi pertanyaan: "Bukankah dalam setiap informasi lowongan pekerjaan selalu ditulis syarat tinggi minimal, berat badan ideal, penampilan, komunikatif, pintar menjual, pendidikan dan sebagainya?" Memang penampilan fisik akan mendukung untuk beberapa project tertentu terutama untuk image (citra) produk/jasa/perusahaan, namun tanpa Attitude-Knowledge-Skill yang baik maka SPG tidak akan bisa menjalankan fungsinya dengan optimal. Attitude disebut lebih dulu karena hal inilah yang menentukan seberapa jauh seorang akan berkembang. Pendidikan SMU atau sederajat biasanya sudah mencukupi, namun jenjang pendidikan lebih tinggi akan menjadi nilai plus.

Apakah harus punya pengalaman untuk menjadi SPG?
Seperti pepatah yang kurang lebih mengatakan 'Selalu ada saat pertama', maka menjadi seorang SPG juga terbuka untuk rekan-rekan yang belum berpengalaman. Umumnya sebelum SPG bertugas akan diberi training/pelatihan yang diselenggarakan baik oleh agency maupun perwakilan pemilik produk (principle). Sekali lagi attitude adalah hal yang utama.

Apakah akan selamanya menjadi SPG?
Setahu Saya belum ada SPG (Sales Promotion Girl) yang kemudian menjadi SPB (Sales Promotion Boy) :-) Pengembangan diri merupakan pilihan setiap orang. Banyak supervisor, bahkan manager yang memulai karirnya dari seorang SPG/SPB. SPG/SPB yang kemudian menjadi direktris atau direktur juga pasti ada. Sekali lagi, semua itu kembali kepada pilihan masing-masing untuk menjadi pribadi sukses.



Pengertian sales promotion girl
Pemasaran suatu produk memerlukan beberapa aktivitas yang melibatkan berbagai sumber daya. Sebagai fenomena yang berkembang saat ini, dalam pemasaran terdapat suatu bagian yang memiliki keterkaitan langsung dengan konsumen, yaitu pada bagian sales product. Bagian ini terdiri dari beberapa divisi, terutama yang berkaitan dengan sistem pemasaran yang dilakukan suatu pemasaran.

Sebagai tenaga sales product, saat ini terdapat bagian pemasaran langsung yang menawarkan produk maupun sample product. Bagian ini biasanya dikenal sebagai sales promotion, dan karena adanya karakter gender maka terdapat sales promotion girls dan sales promotion boys. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu analisis terhadap penggunaan sales promotion girls dari suatu produk perusahaan berkaitan dengan pemasaran produk tersebut.

Pengertian sales promotion girls dapat dilihat dari berbagai aspek. Secara penggunaan bahasa, menurut Poerwodarminto (1987:198), sales promotion girl merupakan suatu profesi yang bergerak dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan wanita yang mempunyai karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen.

Menurut Carter (1999:37), kebutuhan perusahaan terhadap tenaga sales promotion girls disesuaikan dengan karakteristik suatu produk yang akan dipasarkan. Promosi produk untuk kebutuhan sehari-hari biasanya menggunakan tenaga sales promotion girls dengan kriteria yang dimungkinkan lebih rendah dibandingkan dengan sales promotion girls untuk produk semisal produk lux seperti halnya otomotif. Dengan demikian, pemilihan penggunaan tenaga sales promotion girl dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan produk yang akan dipromosikan. Kesesuaian antara produk yang dipromosikan dengan kualifikasi sales promotion girls memungkinkan akan meningkatkan daya tarik konsumen pada produk yang dipromosikan. Keberadaan karakter fisik seorang sales promotion girl tersebut, secara fungsional dapat mengangkat citra produk, terutama produk konsumsi langsung.

Menurut Darmono (1998:35), seorang sales promotion girl dituntut untuk mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi, terutama terhadap pengetahuan produk yang dipromosikan maupun yang dipasarkan dan juga mempunyai penampilan fisik yang mendukung terhadap karakter produk.
Pengertian sales promotion girl ditinjau dari sistem pemasaran, Nitisemito (2001:53) berpendapat bahwa sebagai salah satu pendukung pemasaran suatu produk maka diperlukan tenaga promosi suatu produk sehingga mampu menarik konsumen. Selanjutnya,dengan kemampuan berpromosi yang dimiliki seorang sales promotion girl akan mampu memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan produk.

Retnasih (2001:23) menyatakan: "Sales promotion girl adalah seorang perempuan yang direkrut oleh perusahaan untuk mempromosikan produk." Pendapat ini melihat keberadaan sales promotion girls dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Lebih lanjut pendapat ini mengilustrasikan bahwa tugas utama dari sales promotion girls adalah promosi produk, pada umumnya status sales promotion girls adalah karyawan kontrakan. Mereka dikontrak dalam kurun waktu tertentu untuk mempromosikan produk.

Raharti (2001:223) menyatakan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sales promotion girls, yaitu:
Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang Sales Promotion Girl/ SPG
a. Performance.
Performance ini merupakan tampilan fisik yang dapat diindera dengan menggunakan penglihatan. Dalam perspektif ini, performance juga mengilustrasikan tentang pembawaan seseorang. Pembawaan ini diukur dari penampilan outlook (penampilan fisik) dan desain dress code (desain pakaian), ukuran dari pembawaan ini subyektif (setiap orang dimungkinkan berbeda).

b. Communicating style.
Komunikasi mutlak harus terpenuhi oleh sales promotion girl karena melalui komunikasi ini akan mampu tercipta interaksi antara konsumen dan sales promotion girls.
Komunikasi ini diukur dari gaya bicara dan cara berkomunikasi. Pengukuran atas communicating style ini dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat subyektif.

c. Body language.
Body language ini lebih mengarah pada gerakan fisik (lemah lembut, lemah gemulai, dan lainnya). Gerak tubuh ketika menawarkan produk dan sentuhan fisik (body touch) adalah deskripsi dari body language ini. Pengukuran atas body language dikembalikan kepada konsumen karena bisa bersifat subyektif.
Jika memenuhi unsur tersebut, sangat dimungkinkan sales promotion girls yang direkrut perusahaan akan mampu menciptakan persepsi yang baik tentang produk yang diiklankan, dan akan diikuti dengan minat pembelian.

Apa saja tugas SPG?
Secara umum tugas SPG adalah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan penjualan. Meningkatkan penjualan ini ada yang diukur secara langsung maupun tidak langsung. SPG diukur secara langsung jika tanggung jawab SPG berkaitan langsung dengan angka penjualan, target penjualan, omset dll. SPG diukur secara tidak langsung jika tanggung jawabnya tidak berkaitan langsung dengan penjualan melainkan lebih condong pada image produk/jasa/perusahaan, pengumpulan data pelanggan, membagikan sample produk gratis dll. Fungsi fronliner yang tidak diukur langsung terhadap angka penjualan ini biasanya disebut demo person, merchandiser, surveyor. Namun agar lebih mudah dicerna kita akan mengunakan istilah SPG, walaupun pda prakteknya banyak dibutuhkan SPB/M (Sales Promotion Boy/Man).

Bagaimana dengan SPG Plus*?
Menurut Saya, perusahaan akan akan semakin senang bila jajaran frontliner yang mereka miliki menyandang predikat SPG Plus*. SPG plus* diharapkan bisa membantu meningkatkan angka penjualan dan image produk/jasa/perusahaan.

Berani jadi SPG?

Salesmanship

Jangan mengaku sebagai salesman (salesmanship)

TERNYATA salesman adalah profesi yang cenderung ditolak. Profesi ini adalah profesi menantang karena ternyata cenderung tidak diterima untuk bertamu. Sementara disisi lain, bukankah berkunjung/bertamu adalah salah satu alat yang paling efektif untuk berjualan? Wow... dunia semakin berubah!

Sekian banyak wiraniaga pemula dan bahkan ada juga yang sudah senior masih saja selalu mengeluhkan betapa sulit mereka beremu dengan pengambil keputusan dan mempresentasikan produknya dengan nyaman. Bagi mereka, diusir secara halus adalah makanan sehari-hari yang kadang bisa melemahkan iman.
Berangkat dari keluhan-keluhan itu, saya membuat survei kecil melalui internet dengan responden sekitar 90 orang yang tersebar di sebagian besar Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Saya menanyakan sejauh mana mereka merasa senang untuk menerima tamu seorang salesman. Kesimpulan sementara dari survei sungguh mengagetkan saya.


Salesman adalah tamu nomor urut ke-tiga yang sangat tidak diharapkan setelah polisi dan pemeriksa pajak. Artinya dari sepuluh peran/profesi yang antri ingin bertemu, salesman adalah urutan ke-delapan dari urutan itu. Yang lebih menarik adalah bahwa penagih hutang malah lebih diutamakan untuk ditemui dari pada salesman. Berikut hasil olahan data urutan tamu yang diterima oleh responden (dari yang paling didahulukan hingga yang paling ditolak);
1. keluarga
2. sahabat
3. tetangga
4. pekerja/aktifis politik
5. orang yang ingin berkenalan
6. penceramah agama
7. penagih hutang
8. salesman
9. pemeriksa pajak
10. polisi

Data tersebut diatas sepertinya dengan jelas menunjukkan bahwa salesman bukanlah profesi/peran yang paling disukai untuk ditemui. Artinya, mengaku sebagai salesman untuk bertamu adalah langkah konyol yang berpotensi menuai penolakan. Hadir sebagai keluarga, sahabat atau tetangga justru lebih berpotensi untuk diterima. Tidak heran jika multi level marketing lebih menyarankan untuk berjualan ke kalangan sendiri terlebih dahulu.
Lalu, saya juga bertanya, jikalah mereka ’terpaska’ harus menerima salesman, salesman apakah yang paling mereka terima? Berikut urutannya;
1. tidak memilih
2. salesman hotel
3. salesman koran
4. salesman perlengkapan rumah tangga
5. salesman kosmetik
6. salesman kendaraan bermotor
7. salesman obat kuat
8. salesman asuransi
9. salesman investasi
10. salesman multilevel marketing

Terlihat dengan jelas bahwa sales multi level marketing adalah peran yang paling ditolak, diikuit oleh salesman investasi dan salesman asuransi. Tetapi pada dasarnya indikasi penolakan terhadap peran salesman sangatlah jelas terlihat dari jawaban diatas.
Saya juga bertanya alasan yang paling sering dipilih untuk menolak tamu yang tidak dikendakinya adalah;
1. sedang rapat (30 %)
2. sedang ada tamu (28 %)
3. sedang keluar kota (15 %)
4. sedang makan (10 %)
5. sedang sakit ( 07%)
6. harus ada janji dulu ( 05 %)
7. menerima semua jenis tamu apapun (05 %)

Bagi anda yang berkeinginan untuk bertamu, berikut durasi yang diminati oleh penerima tamu ;
1. 30 s/d 60 menit ( 60 %)
1. 0 s/d 30 menit ( 26 %)
2. 60 s/d 90 menit. ` ( 10 %)
3. 90 s/g 180 menit ( 04 %)
4. lebih dari 190 menit. ( 00 %)

Alasan
Studi kecil itu menggelitik pikian saya, mengapa begitu besar penolakan yang dialami salesman. Lalu kepada sebagian dari responden diatas, saya satu persatu bertanya kenapa mereka tidak suka menerima tamu seorang salesman. Ini Jawabnya;
1. sibuk, tidak mau diganggu (29 %)
2. salesman kebanyakan itu sok pintar (23 %)
3. salesman suka memaksa (21 %)
4. salesman selalu memojokan kalau tidak membeli (17 %)
5. membosankan (08 %)
6. tidak punya uang (01 %)
7. malas (01 %)

Namun pada dasarnya, salesmanship sendiri adalah sebuah ilmu dasar yang sangat berguna bagi kehidupan. Bila sistem penjualan itu sendiri didasari oleh semangat jujur, tulus, dan keinginan untuk saling bekerja sama, salesmanship tidak lagi merupakan hal yang menyebalkan dan berkonotasi negatif bagi diri anda maupu orang yang menerimanya.





Dengan menjadi salesman yang baik kita bisa menjadi pimpinan yang lebih baik, bawahan yang paling baik, pasangan yang lebih baik, anak yang lebih baik, orang tua yang lebih baik, dan menjalani hidup kita denga lebih mudah dan ringan.

Setiap orang yang hidup dan bekerja dengan baik di dunia ini harus dan sangat diwajibkan untuk menguasai ilmu salesmanship ini. Tidak perlu sampai menjadi seperti telemarketer atau salesman professional. Tapi setidaknya cukup mampu untuk menguasai dasar - dasarnya sehinggi mampu mempengaruhi dan membujuk orang lain untuk melakukan hal yang kita inginkan tanpa merasa terpaksa melakukannya. Dengan demikian, anda akan lebih mudah dalam bekerja dan menjalaji hidup seperti yang anda inginkan.

Saya pikir, figur-figur diatas cukup sekali menjelaskan persepsi responden terhadap peran salesman. Ini seharusnya menjadi bekal bagi para salesman untuk ber-intropeksi sehingga bisa lebih ’diterima’ oleh orang-orang seperti responden saya tersebut.
Upaya memposisikan kembali citra salesman ke posisi yang lebih baik adalah pilihan yang cukup urgen pada saat ini, kalau tidak, kita mesti menghindari mengaku sebagai salesman jika akan memprospek target.