Rabu, 05 Januari 2011

KUESIONER UAS EVALUASI KINERJA

Bagi Mahasiswa ku silahkan download kisi-kisi soal Evaluasi Kinerja. Semoga dapat dimengerti.

Agar kinerja karyawan perusahaan bagus, maka perusahaan mengadakan evaluasi kinerja. Evaluasi kinerja adalah bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia adalah penilaian kinerja (performance appraisal) yaitu evaluasi yang dilakukan secara khusus dan formal untuk menentukan tingkat keefektifan pelaksanaan pekerjaan seorang karyawan. Tujuan evaluasi penilaian adalah
-Menjadi pembanding dalam menilai secara lebih baik proses rekrutmen dan seleksi.
-Membantu manajer menilai apakah telah merekrut dan memilih karyawan terbaik.
-Menjadi acuan untuk pelatihan, pengembangan dan pemberian kompensasi yang efektif.
            Tidak mudah melakukan penilaian kinerja. Kendala yang biasanya muncul antara lain:
  1. Karena panjangnya jangka waktu dalam evaluasi kinerja, terkadang penilaian menjadi bias. Rusak susu sebelanga karena nila setitik ibaratnya. Setelah berjuang mati-matian di 11 bulan pertama, menjelang evaluasi kinerja jika ada kesalahan maka itu yang ternyata menjadi concern atasan. Sehingga membuat penilaian menurun.
  2. Atasan dalam memberikan penilaian dirasakan nggak fair alias atas dasar like or dislike.. Meskipun hal semacam ini sudah di-cover seperti adanya penilaian 360 derajat dari semua pihak, sehingga yang melakukan penilaian melibatkan orang-orang dari berbagai bagian dan tingkatan di sekeliling pegawai yang dinilai, seperti misalnya bawahan, rekan-kerja dan atasan yang dinilai.
  3. Evaluasi kinerja yang diselenggarakan tidak mampu benar-benar membedakan mana yang perform dan mana yang biasa-biasa saja.
  4. Banyak yang berpendapat bahwa evaluasi kinerja hanya dilakukan kepentingan perusahaan. Sering muncul komentar bahwa self assessment yang harus dilakukannya berkaitan dengan pelaksanaaan evaluasi kinerja hanya untuk kepentingan perusahaan. Padahal, evaluasi kinerja yang efektif akan dapat menjamin bukan hanya bagi pencapaian target dan kinerja dalam organisasi, tetapi juga berguna bagi pengembangan karyawan sendiri. Pengembangan karir (baik dari sisigrade maupun salary), bonus tahunan, maupun rencana training bagi karyawan.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas maka, dibutuhkan evaluasi kinerja dengan kriteria seperti di bawah ini:
  1. Kejelasan Sistem Evaluasi Kinerja
  2. Objektivitas atasan dalam melakukan penilaian
  3. Transparansi sistem
  4. Konsistensi proses coaching serta counseling.
Sementara itu, proses evaluasi kinerja bisa dilakukan dengan cara:
  1. Melaksanakan Penilaian Kinerja
Penyelia seorang karyawan adalah orang yang melakukan penilaian kinerja langsung terhadap karyawan karena ia memiliki pengetahuan yang terbanyak mengenai persayaratan pekerjaan dan berpeluang mengamati karyawan yang melakukan pekerjaannya serta bertanggung jawab atas kinerja bawahannya.
  1. Memberikan Umpan Balik Kinerja
Kinerja karyawan baik atau buruk harus diberitahukan kepada karyawan tersebut serta diberikan pelatihan dan konsultasi.
            Dan diiringi dengan pemberian kompensasi yang fair. Kompensasi adalah serangkaian penghargaan yang diberikan oleh suatu organisasi kepada karyawannya atas imbalan atas keinginan mereka melakukan berbagai pekerjaan dan tugas. Kompensasi dapat berupa gaji pokok, insentif, bonus, tunjangan dan hadiah-hadiah lain. Untuk menentukan besarnya nilai kompensasi dasar digunakan cara antara lain:
  1. Survey Upah yaitu survey kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan oleh organisasi lain dalam satu wilayah geografis, industri atau kelompok jabatan tertentu.
  2. Evaluasi pekerjaan adalah metode untuk menentukan nilai atau harga relatif suatu pekerjaan bagi organisasi sehingga seseorang yang melakukan pekerjaan tersebut dapat diberi kompensasi secara lebih tepat.
  3. Menetapkan stuktur upah yaitu kompensasi untuk berbagai pekerjaan didasarkan pada penilaian nilai relatif masing-masing kelas pekerjaan bagi organisasi, dapat juga berdasarkan senioritas atau gabungan keduanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar