Sabtu, 27 Agustus 2011

SISDM Berbasis TI - 2


Implementasi SISDM Berbasis TI, Tertibkan Administrasi MSDM(2)




Sobat, postingan ini menjawab pertanyaan postingan saya sebelumnya klik disiniyaitu apa argumen selanjutnya bahwa Implementasi Sistem Informasi SDM Berbasis TI Akhirnya Memaksakan organisasi Menertibkan Administrasi SDM organisasinya. dan apa saja data konten dari database SDM?


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan kembali skema 1 pada postingan sebelumnya. Pada dasarnya perencanaan SDM terdiri atas dua komponen, yaitu memperkirakan kebutuhan SDM dan persediaan SDM. lalu bagaimana kedua komponen ini bekerja perhatikan skema 3 analisis kedua komponen, berikut ini;

Skema 3, Analisis Kebutuhan dan penyediaan SDM

Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan kebutuhan dan persediaan, Jika hasil analisis dan proyeksi menunjukkan kelebihan pegawai maka pegawai harus dikurangi cara yang dilakukan antara lain pembatasan penerimaan pegawai mengurangi jam kerja, pensiun dini sampai dengan kemungkinan pemberhentian. Jika hasil analisis dan proyeksi menunjukkan kekurangan pegawai organisasi harus mendapatkan kuatitas dan kualitas tenaga yang memenuhi syarat yang dibutuhkan. Proses seleksi dan rekruitmen tenaga dari eksternal harus dilakukan.

Kembali ke skema 1, Penentuan perkiraan persediaan SDM didapat melalui beberapa mekanisme. Yaitu tahap awal adalah melakukan prosedur untuk menetapkan tugas serta tuntutan ketrampilan dari suatu jabatan dan orang macam apa yang akan dipekerjakan untuk itu, dengan melihat dari kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh orang tersebut berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku yang dimiliki, proses ini disebut sebagai proses analisis jabatan. Hasil analisis jabatan digunakan sebagai dasar untuk melakukan Evaluasi jabatan, yaitu proses sistematik dengan teknik tertentu untuk menganlisis dan menilai sekelompok jabatan dalam rangka penetapan nilai/bobot jabatan. Sehingga hasilnya dapat dilakukan untuk pengelompokkan dan atau pemeringkatan jabatan berdasarkan ciri-ciri tertentu dan atau bobot jabatan (nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya bobot jabatan, antara lain upaya mental, fisik, pendidikan, pengalaman dan lain-lain yang ditentukan untuk melakukan kegiatan dari suatu jabatan) proses ini disebut dengan mengklasifikasikan jabatan.

Selanjutnya hasil dari pengklasifikasian dapat digunakan sebagai dasar untuk :
a. Membuat peta jabatan untuk memperkirakan persediaan SDM.
b. Pembuatan Database untuk SIMSDM.
Dengan SIMSDM dapat dijadikan dasar untuk melakukan analisis keadaan PNS yang tersedia ataupun menyusun proyeksi persedian PNS secara terotomatisasi digabungkan dengan informasi peta jabatan yang ada. SIMSDM akan mampu memberikan kemudahan bagi manajemen SDM.
c. Menetapkan profil SDM yang dibutuhkan

Dengan demikian jelas, bahwa uraian diatas merupakan argumentasi bahwa Implementasi Sistem Informasi SDM Berbasis Teknologi Informasi Memaksakan Organisasi memperbaiki Manajemen SDM. perhatikan kembali skema 1, perbaikan manajemen SDM yang dimaksud meliputi ;
* Penyusunan dokumen Renstra organisasi
* Penyusunan dokumen Renstra SDM
* penetapan profil SDM yang dibutuhkan
* Memperkirakan kebutuhan SDM untuk waktu tertentu dengan teknik tertentu
* Memperkirakan persedian SDM untuk kurun waktu tertentu dengan teknik yang tepat
* Melakukan analisis jabatan berbasis kompetensi
* Melakukan evaluasi jabatan
* Melakukan klasifikasi jabatan
* Menyusun peta jabatan
* Menyusun profil kompetensi
* serta menyusun standar kompetensi

Semua output kegiatan diatas sebagai bahan inputan database. selanjutnya data yang ada di dalam database dioalah dan dikemas agar dapat diproses dengan cepat dan dapat ditampilkan dengan menarik melalui aplikasi TI, misalnya database dibuat dengan menggunakan aplikasi berbasis microsoft access atau mySQL sedangkan untuk tampilan berbasis web menggunakan php programming, sehingga user dapat mengakses data dengan mudah dan cepat serta tidak membosankan melalui interface websites tertentu.
Tunggu apa lagi sobat, segera otomatiskan organisasi atau perusahaan anda dengan aplikasi-aplikasi berbasis Teknologi Informasi.
Studi kasus Rancangan implementasi SIM SDM berbasis TI