Sabtu, 21 September 2019

EKONOMI : 6 Ciri Ciri Usaha Mikro di Indonesia

6 Ciri Ciri Usaha Mikro di Indonesia

Di dalam dunia bisnis tentunya memiliki beberapa jenis atau bentuk yang usaha yang berbeda-beda. Suatu bisnis atau usaha dapat dikelompokkan kedalam kategori tertentu tergantung dari jenis usaha dan besar usahanya. Untuk jenis usaha dengan skala besar biasanya disebut usaha makro dan sebaliknya untuk jenis usaha mikro ialah usaha dengan skala kecil hingga menengah. Pengertian dari usaha mikro itu sendiri menurut keputusan menteri keuangan no. 40/kmk.06/2003 yaitu suatu usaha produkif milik perorangan atau keluarga warga negara Indonesia dimana memiliki hasil penjualan paling banyak sejumlah Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) pertahunnya. (baca: cara Bisnis Kelapa Tua )
Perkembangan usaha mikro itu sendiri mempunyai peran yang cukup tinggi bagi perekenomian suatu negara terutama negara Indonesia yang masih dalam status berkembang. Perbedaan tingkat ekonomi yang ada mengakibatkan kebutuhan setiap golongan menjadi berbeda-beda satu sama lainnya. Untuk golongan dengan ekonomi diatas tentunya akan memenuhi kebutuhan hidup nya dengan dana yang tinggi dan sebaliknya untuk golongan menengah kebawah akan memenuhi kebutuhan hidup sesuai budget yang sudah dimiliki.
Maka dari itu, kehadiran dari usaha mikro pun turut membantu baik kebutuhan kalangan menegah hingga keatas. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin dengan mudah bagi kita untuk menemuka suatu usaha disekitar kita ada yang mulai dengan skala kecil atau besar. Maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa saja ciri ciri dari usaha mikro yang ada. (baca: cara memulai Bisnis Pakaian Dengan Modal Kecil )
Artikel lainya:
Usaha mikro itu sendiri termasuk kedalam suatu usaha yang dilakukan oleh masyarakat kalangan menengah kebawah dalam memulai usahanya dengan modal yang sangat kecil. Daripada itu bentuk usaha dari mikro patut kita contoh, karena perkembangan usaha mikro yang memulai modal udaha tidak lebih dari 10 Juta rupiah turut serta dalam membangun perekonomian rakyat. (baca: Bisnis Properti Kecil Kecilan )
  1. Modal tidak lebih dari 10juta
Ciri pertama yang menggambarkan jenis usaha mikro ialah dilihat dari segi modal yang dikeluarkan oleh pengusaha, pada dasarnya setiap para wirausahawan yang ingin berusaha tentunya telah mengetahui seberapa besar modal yang akan ia keluarkan dalam memulai bisnis. Modal merupakan faktor terpenting bagi kita yang ingin memulai usaha. Ciri pembeda antara usaha mikro dan makro dapat kita lihat dari modal usahanya, modal yang dikeluarkan oleh usaha mikro biasanya tidak melebihi 10juta.
Dengan modal yang sedikit itu pula memotivasi banyak para penguasa-pengusaha baru untuk memulai bisnisnya, pada masa kini usaha mikro pun terus menumbuhkan inovasi-inovasi terbaru lainnya seperti kehadiran UKM serta outlet-outlet Baju Distro yang banyak kita temui. (baca: Cara Sukses Bisnis Asuransi )

  1. Tenaga Kerja Tidak Lebih dari 10 Pekerja
Usaha mikro biasanya memiliki pekerja atau pegawai yang tidak lebih dari 10 pekerja, hal tersebut didasari oleh ruang lingkup usaha yang kecil serta dipengaruhi oleh kekuatan modal pengusaha dalam memperkerjakan para pegawainya. Para pengusaha mikro secara umumnya mereka akan ikut terjun langsung dalam mengurus usahanya sehingga mereka jarang membutuhkan pegawai lain untuk mengawasi jalannya bisnis mereka. Tidak hanya di Indonesia, jumlah pekerja usaha mikro di negara Amerika dan Eropa juga memiliki pegawai dibawah 10 pekerja. Pada umumnya, usaha mikro cenderung memiliki pekerja yang tidak terlalu banyak karena ruang usaha nya pun tidak cukup luas sehingga tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. (baca: cara Bisnis Sayuran Segar)
  1. Menggunakan Anggota Keluarga sebagai Karyawan atau Partner Kerja
Dalam mengembangkan bisnisnya usaha mikro cenderung menggunakan kerabat atau keluarga yang mereka kenali untuk menjadi karyawan. Serta para pengusaha usaha  mikro biasanya meningkatkan usahanya dengan bekerja sama dengan keluarganya seperti bekerja sama dalam menyetok bahan baku, menyewa toko milik keluarga lainnya. Selain menggunakan kerabat atau keluarga sebagai pekerja, para pengusaha mikro melakukan manajemen bisnis dengan berdiri sendiri. (baca: Kiat Sukses Bisnis ATK )
  1. Usaha dengan Skala Kecil
Ciri usaha mikro lainnya yakni usaha yang dijalani tergolong skala kecil. Dimulai dari kegiatan produksi serta barang yang dijual masih tergolong dalam jumlah yang sedikit. Dalam menjalankan usahanya pun biasanya para pengusaha mikro menggunakan pengalaman otodidak yang dimilikinya. Tidak seperti usaha mikro yang pada umumnya memiliki perencanaan usaha secara matang serta target pemasaran yang lebih luas dari pada usaha mikro. Jenis usaha mikro saat ini tampaknya dengan mudah kita dapat temukan di sekitar kita, antara lain seperti warung kelontong, warteg dan pedangan makanan gerobak. (baca: Bisnis Aki Bekas )
Artikel terkait lainnya:
  1. Banyaknya Para Pelaku Usaha
Dilihat dari modal yang dikeluarkan cukup terjangkau bagi sebagian kalangan, tampaknya usaha mikro tetap menjadi pilihan alternatif bagi para pelaku usaha. Minimnya rintangan aktifitas bisnis yang mungkin dihadapi oleh para pengusaha mikro seperti aspek manajemen, perlindungan hak cipta, penggunaan teknologi, pembayaran pajak menjadikan usaha mikro lebih mudah untuk dijalani sehingga para pelaku usahanya pun menyebar di segala daerah. Selain itu ciri dari usaha mikro ialah daerah operasinya yang bersifat lokal artinya pasar yang ditiju oleh para pelaku usaha dalam skala kecil.
Misalnya penguasa A mendirikan sebuah toko kelontong didekat rumahnya dengan menyediakan kebutuhan rumah tangga maka target pasar yang dituju oleh pengusaha A ialah warga sekitar rumahnya. Lain hal nya dengan usaha makro dengan beberapa contoh usaha yang membuka usahanya secara langsung dengan membuka beberapa cabang serta dengan rencana marketing yang besar sehingga cakupan dari bisnis mereka pun akan lebih besar.  (baca: cara Bisnis Potong Ayam)
  1. Menggunakan Sumber Daya Tradisional
Para pengusaha usaha mikro pada umumnya menggunakan sumber daya alam atau peralatan tradisional lainnya dalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut tampak berbeda dibanding usaha makro yang cendering menggunakan perkembangan teknologi dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, Indonesia terkenal dengan sumber daya nya yang melimpah juga menjadi alasan utama bagi para pengusaha usaha mikro. (baca: cara Bisnis Forex )
Penjelasan diatas ialah memberikan gambaran akan ciri-ciri usaha mikro sehingga kita dapat membedakan usaha mikro dan makro serta dapat menjadikan inspirasi bagi para pengusaha yang ingin memulai usahanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar